PERNYATAAN NORMATIF DAN PERNYATAAN DESKRIPTIF

Pernyataan Normatif

Pernyataan ini terbahagi kepada dua, iaitu:

i) Pernyataan Normatif Moral

Pernyataan ini merupakan penegasan atau pernyataan yang menyatakan pertimbangan nilai kita seperti baik atau jahat, benar atau salah, dan diterima atau ditolak. Contoh-contohnya:

(a) Berzina adalah perbuatan yang sangat keji.
(b) Pengguguran adalah perbuatan yang tidak bermoral.

Abdul Rahman Aroff (1999) menyatakan bahawa terdapat dua cara kita menggunakan istilah baik, buruk, benar, salah, larangan, tanggungjawab, hak, dan sebagainya. Pertama, apabila kita menilai perbuatan atau perlakuan individu. Perbuatan ini dipanggil pertimbangan nilai obligasi (deontic). Kesan perbuatan itu tidak diambil kira. Contoh-contohnya:

(a) Kita patut menepati janji.
(b) Perbuatan mencuri adalah salah.

Kedua, apabila kita menilai ciri perwatakan, motif, atau peribadi seseorang. Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan moral aretaic. Contoh-contohnya:

(a) Seseorang yang kedekut adalah tidak baik.
(b) Dia mempunyai motif yang benar.

Harus diingat bahawa ada pernyataan normatif yang mempunyai implikasi atau kesan langsung dan segera terhadap tingkah laku. Apabila pernyataan itu dikeluarkan, kita menentukan patut atau tidak patut seseorang itu berkelakuan demikian. Contoh-contohnya:

(a) Kecuaian memandu di jalan raya membahayakan diri sendiri dan orang lain. Berhati-hati di jalan raya.
(b) Kita patut membantu orang yang tidak bernasib baik. Oleh itu, bermurah hatilah.

Di samping itu, terdapat juga pernyataan normatif yang dinyatakan dalam bentuk atau perintah. Hal ini melibatkan perbuatan yang patut atau tidak patut dipatuhi oleh anggota masyarakat. Contoh-contohnya:

(a) Peraturan Dasein mesti dipatuhi.
(b) Tempat ibadat semua agama mesti dihormati.

ii) Perbuatan Normatif Bukan Moral

Pernyataan ini disebut sebagai domain bukan moral. Termasuk di dalamnya ialah agama, estetika, ekonomi, intelek, kebendaan, politik, dan sosial.

Dalam hal ini, istilah baik, buruk, dan sebagainya tidak diguna pakai untuk menentukan nilai moral perbuatan atau watak seseorang. Contoh-contohnya:

(a) Ini sebuah buku yang baik.
(b) Anda tidak perlu membeli kasut itu.

Antara pernyataan-pernyataan normatif yang berhubung dengan soal estetika dan agama ialah:

(a) Saya suka membeli beg tangan yang cantik dan selesa.
(b) Menipu adalah satu dosa.

Pernyataan Deskriptif

Abdul Rahman Aroff menyatakan bahawa pernyataan ini bebas daripada sebarang nilai atau tiada kaitan dengan pertimbangan nilai-nilai moral. Pernyataan ini value-neutral dan terdiri daripada laporan atau deskriptif. Tujuannya adalah untuk menyatakan fakta empirikal atau logikal. Contoh-contohnya:

(a) Dia sentiasa tidur awal.
(b) Kereta itu berwarna biru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: